Filano Genk vacation goes to South Pesisir

Kiri-Kanan: Rego, Dori, Aji, Rizki. [pic source: dok. pribadi]

Mungkin ketika waktu libur telah tiba, ada dua hal yang sering terpikir pertama kali oleh kita mengenai destination tempat liburan. Ada dua setidaknya tempat favorit dari kebanyakan orang-orang menghabiskan waktu liburnya, apalagi kalau bukan wilayah Pantai dan Pegunungan. Untuk itu, Aku bersama teman-teman satu komplekku berencana untuk berlibur bersama selepas libur lebaran Hari Raya Idul Fitri kemarin. Mereka adalah teman sepermainanku di komplek tempat tinggalku berada. Kami berempat berencana untuk menghabiskan waktu di akhir pekan di salah satu tempat “baru” yang rata-rata dari kami belum pernah kesana,yaitu di wilayah Pesisir Selatan Sumatera Barat, Pantai Carocok.

Kamis, 23 Agustus 2012

Malam itu kami menyusun rencana dan perlengkapan serta kebutuhan apa saja yang akan dibawa esok. Bertempat di rumah Rizki, Aku dan dua teman lainnya, Rego dan Dori berkumpul sekitar jam 9 malam. Untuk tempat penginapan sendiri, Rego yang memang berasal dari wilayah Pesisir Selatan menawarkan tempat selama liburan. Ia memang mempunyai rumah disana, dan selain Rego, Rizki juga adalah orang Pesisir Selatan. Lebih tepatnya di Kota Tarusan. Mereka berdua berasal dari satu kampung yang sama.

Ada hal menarik yang terjadi malam itu, kami sempat bingung mengenai transportasi untuk kesana, sedikit berdebat mengenai motor siapa yang akan dipakai. Namun aku sedikit ragu untuk mendapat ijin dari orang tua untuk pergi ke luar kota menggunakan sepeda motor. Biasanya orang tuaku selalu cemas ketika melepas anaknya ke luar kota tanpa dirinya. Namun kendala-kendala kecil seperti itu ditutup dengan keputusaan “menggantung” sampai esok harinya ketika keberangkatan tiba.

Jumat, 24 Agustus 2012

Dengan persiapan semalam yang telah di rembuk kan bersama, perjalanan kali itu sedikit mendapat kendala, dan terbukti benar! Rencana awal yang seharusnya disusun rapi, sedikit mengalami masalah. Dimulai ngaretnya jam keberangkatan sampai masalah dari beberapa dari orangtua kami tidak membolehkan kami pergi dengan kendaraan bermotor, karena terlalu besar resiko yang akan di hadapi di jalan nantinya jika menggunakan kendaraan roda dua tersebut. Belum lagi, cuaca pagi itu sedikit gerimis, tidak salah memang para orang tua cemas mengingat jalan ke Pesisir Selatan cukup terjal dan kurang bagus. Untuk itu rencana pun berubah, membuat kami berempat akhirnya menaiki mobil untuk melakukan perjalanan kali itu. Dikendarai oleh ayahku, kami berempat pun memulai keberangkatan tepat jam 08.40 pagi.

________

Lebih kurang 2 jam 30 menit perjalanan dari Padang menuju kota Tarusan. Terasa agak lama memang. Jujur saja, jalanan yang kurang familiar membuat perjalanan terasa cukup lama. Namun keindahan Pesisir Pantai Barat Sumatera membuat perjalanan cukup mengasyikan. Sempat beberapa kali macet di beberapa titik, namun masih tetap lancar. Sangat jauh berbeda dengan perjalanan liburan ke daerah Pegunungan seperti Bukittinggi atau Padang Panjang.

Sesampainya di Tarusan kami langsung beristirahat di rumah Rego. Melepaskan sejenak kepenatan sembari menunggu Jumat datang. Kami pun tiba pada momen yang tepat. Ya, hari itu keluarga Rego, yaitu kedua orang tuanya melaksanakan acara mandoa, atau yang biasa di lakukan ketika orang-orang yang akan pergi ke tanah suci. Setelah acara selesai, kami pun bergegas bersiap-siap menuju Painan, tempat wisata Pantai Carocok berada. Sebelum itu kami sempat berkeliling di sekitar pantai di kampung Rego, yang persis terletak di belakang rumahnya.

Carocok Beach

Perjalanan ke pantai Carocok dimulai pada jam 3 sore. Tidak terlalu jauh jarak antara Tarusan dan Painan. Apalagi, lokasi Pantai Carocok sendiri terletak jauh sebelum pusat kota Painan berada. Dengan mengendarai dua buah motor kepunyaan Rego, kami bertolak menuju Painan. Kami sangat menikmati perjalanan, sesekali terlihat pantai di tepi jurang ketika jalan yang hendak kami lalui mendaki,  dan cuaca yang sore itu mendung berawan membuat perjalanan benar-benar terasa menyenangkan.

Sesampainya di lokasi wisata, kami pun dibuat kaget dengan ramainya pelancong yang berliburan ke Pantai ini. Memang, Pantai Carocok merupakan andalan wisata dari Pemerintah Pesisir Selatan, dan tujuan utama wisata daerah Pesisir Pantai di Sumatera Barat. Dengan berbekal uang masuk sekitar Rp.4.000 kami pun menikmati suasana pantai yang sangat jauh berbeda dengaan kota Padang. Permukaan Pantai yang cukup landai, ditambah dengan koral-koral serta karang Pantai yang sangat banyak di sekitar wilayah Pantai. Meskipun kami datang tidak saat yang tepat, dimana pengunjung yang memadati pantai sangatlah banyak, namun itu tidak menyurutkan langkah kami untuk menjelajahi tempat wisata ini. Apalagi variasi tempat dan permainan di Pantai Carocok sangatlah beragam. Selain Pantainya sendiri, adanya Pulau di tengah laut di seberang Pantai Carocok membuat kami bergegas ingin juga kesana. Dengan menaiki kapal kecil seharga Rp.10.000 per orang, kami melintasi lautan bersama pengunjung lainnya menyeberangi Pantai hingga ke Pulau yang orang-orang beri nama: Pulau Cingkuak.

Melintasi Pulau dengan Perahu Boat [pic source: dok. pribadi]

Sesampainya di pulau seberang, kami pun tertarik dengan salah satu permainan yang berada disana. Ya, disana ada Banana Boat. Aku pun langsung menyatakan ketertarikan untuk bisa menaiki wahana tersebut. Karena jujur, belum pernah menaikinya.

Ini mungkin merupakan permainan yang sangat mengasyikan dimana menikmati angin laut tanpa adanya ruang pembatas yang menghalangi. Sungguh sangat mengasyikan ketika motor boat yang menarik kami meliuk-liuk dan mempercepat laju boatnya. Dengan durasi waktu 15 menit per satu kali naik, kita akan dibawa mengelilingi pulau dan menikmati suasana pantai di kejauhan. Daaaaan… yang paling menarik dari permainan ini tentu saja di akhir permainan! Dimana di akhir permainan, motor boat yang membawa kami, menjatuhkan kami ke laut dengan cara membelokkan arah laju dan mempercepat laju kendaraan. Sungguh, sangat mendebarkan ketika momen ini terjadi.

Aku benar-benar menikmati liburan kali itu. Ada rasa puas dengan kenikmatan berlibur bersama teman-teman. Di akhir kembali ke seberang pulau, Aku dan teman-teman menyempatkan diri untuk mengisi perut di satu-satunya kedai di Pulau Cingkuak tersebut. Dan selepas makan, kami pun berfoto-foto bersama untuk mengabadikan beberapa momen.

Senja di Bukit Langkisau [pic source: dok. pribadi]

 Merujuk pada langit yang sudah mulai senja, kami pun memutuskan untuk kembali pulang. Namun sebelum itu, kami mengakhiri perjalanan hari itu dengan mengunjungi Bukit Langkisau. Dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dengan lokasi wisata Pantai Carocok, kami berempat menikmati suasana bukit yang sangat indah. Dari atas sana, terlihat kota Painan di kejauhan, laut yang sejauh mata memandang terlihat jauh tak berbatas, suasana bukit pun sangat tenang dan tak heran terlihat cukup ramai pengunjung yang berdatangan. Kira-kira 15 menit kami disana, kami pun memutuskan untuk pulang dan kembali ke rumah mengingat matahari telah bersembunyi di balik gorden senja yang membentang. Perjalanan kali itu sangat berkesan dan setidaknya untuk satu tahun kedepan ketika aku kembali lagi, berharap ada lebih banyak cerita lagi yang akan di bawa dari tempat ini.🙂

4 responses to “Filano Genk vacation goes to South Pesisir

    • Halo valin, maaf baru baca komentarnya.
      Sibuk sekali akhir-akhir ini dan blog jadi gak keurus.
      hehe

      Trims ya! NIce to met you since our last meeting in NUMUNA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s