Jangan menjadi Katak dalam Tempurung

22paulo-coelho-quotes-jealous-people_large

Quote by Paul Cuelho [pic source: google.com]

Akhir-akhir ini gue sering mengalami hal yang kurang bersahabat. Kurang mengenakkan di hati. Baik itu datangnya dari luar maupun dari dalam. Mungkin bukan yang pertama, tapi udah berkali-kali dan udah lama. Awalnya gue cuma diem, gak terlalu dipikirkan, nanti juga hilang sendiri, tapi entah kenapa masih ada juga yang ngungkit. Oke, mungkin waktu gue nge posting di blog pada hari ini, memang lagi gak ada masalah sama sekali. Tenang-tenang aja. Cuma gue pengen ngungkapin aja hal yang selama ini cuma gue pendam. Jadi ceritanya; banyak yang (masih) menyangsikan gue kuliah di UI.

Gue sophomore di UI, angkatan 2011. Waktu lulus SNMPTN Tulis tahun kemarin gue lulus pilihan ke-3. Gak sesuai ekspektasi gue memang, yang menginginkan Ilmu Politik UI. Gue keterima di Sastra Rusia UI. Udah jelas memang, banyak yang menyangsikan jurusan ini. Pertama, mungkin karena label sastra. Kedua, karena sastra yang gue ambil, adalah sastra yang orang-orang jarang tahu, Rusia. Ya, awalnya gak banyak yang mengenal jurusan ini sampai gue akhirnya lulus di Sastra Rusia UI. Mereka rata-rata bilang: “Rusia kan negara komunis” atau “Mau jadi apa kerja jurusan Sastra Rusia? Masih mending ambil Sastra Inggris.” – these kinds of questions yang kurang lebih seperti itu bunyinya, udah gue terima pahitnya dari awal gue memakai jaket kuning ini.

Sebenarnya apa yang dikatakan mereka ada benarnya. Sastra Rusia, memang jarang sekali orang mendengarnya. Terlebih sastra ini cuma ada dua Universitas yang membuka jurusan ini (re:Unpad), namun gue menyayangkan banget anggapan negatif dari mereka yang menutup sebelah mata terhadap jurusan gue ini. Padahal, it’s not as bad you think.

_____

Gue pengen sedikit cerita mengenai jurusan gue, dan kenapa gue memilih jurusan yang orang bilang langka ini. Jurusan ini berada di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Dengan membawa nama FIB dan UI disampingnya gue rasa orang-orang gak perlu gue jelasin bagaimana kualitas kampus serta fakultas gue ini. UI, sebagai Universitas tertua di Indonesia punya segudang prestasi di Indonesia dan luar negeri. FIB yang dulunya bernama FS (Fakultas Sastra) adalah tempat lahirnya tokoh sastra tingkat nasional seperti Bapak Djoko Damono, dsb. Singkatnya, you know lah gimana prestigious nya UI. Kebanyakan itulah alasan klise buat anak-anak SMA yang bermimpi untuk kuliah di UI. Lalu, dengan Sastra Rusia sendiri? Mungkin karena pilihan ke-3 jadi gue memilih satu yang gue rasa bisa gue jangkau. Jujur, gue gak ada persiapan apa-apa dibandingkan anak sekolahan yang lain pada waktu itu, dimana waktu itu gue belajar cuma otodidak dirumah. Mengingat, gue udah dua tahun lulus SMA (2009), dan saat itu gue juga udah kuliah di Unand. Jadi, gue mengambil sastra untuk pilihan ke-3, sebagai batas aman gue di SNMPTN. Then, kenapa  akhirnya jatuh ke Sastra Rusia, karena mungkin jurusan ini terbilang langka dan jarang, jadi persaingan kerjanya gak banyak. Atau setidaknya gak kayak Ekonomi atau Sastra Inggris.

Padang, Sumatera Barat, tempat gue berasal adalah kota yang biasa aja. Bukan kota besar semacam Medan atau Pekanbaru di Sumatera. Beberapa dari siswa tingkat akhir SMA di Padang juga banyak yang memimpikan untuk kuliah di Jawa. Termasuk gue.

Bukannya gak ada kampus untuk kuliah di Padang, banyak malah. Namun sebagian dari siswa di kota gue berasal, khususnya yang memiliki passion tinggi untuk menempuh pendidikan tinggi yang lebih berkualitas, tak jarang mereka rela merantau jauh dari orangtua dan sanak saudara mencari ilmu ke tanah Jawa. Tetapi kebanyakan dari mereka memang sangat berhati-hati untuk menentukan kuliah di luar kota. Bukan apa-apa, kuliah di luar berarti banyak hal yang harus dipersiapkan, terkait masalah mental psikologis, kemampuan adaptasi seseorang di tempat yang baru, hingga masalah finansial. Kalau bukan jurusan yang benar-benar jelas dan berprospek cerah dan bagus, mereka akan memikirkan dua kali untuk merantau.

Nah, disinilah masalah itu bermula. Ketika gue mengambil jurusan sastra Rusia, banyak dari orang-orang terdekat gue yang bertanya-tanya. Kenapa mau melepaskan kuliah gue yang waktu itu (ekonomi) udah dua tahun dan berpaling mengambil sastra. -meskipun sastra di UI sekalipun, they ignore it-. Awal-awal tahun pertama gue mendapati banyak omongan-omongan miring terkait kelulusan gue di UI, gue jujur, gak tahu harus jawab gimana. Gue menjawab, tapi sekadarnya. Gak ada jawaban yang kuat mungkin kenapa waktu itu gue memilih sastra. Well, gue sempat little depresi semester awal disini. Konflik batin menerima tekanan dari sana-sini. Bukan karena apa-apa, tapi mereka yang sinis terhadap gue. Betapa gue di omongin orang dari belakang. You know lah gimana orang Padang kalau ngata-ngatain seperti apa. Menusuk. Omongan-omongan miring kayak gitu awalnya gue anggap angin lalu, tapi kayak ada yang serius ingin menjatuhkan. Kadang malah sampai gunjingan (bukan kritik /masukan /pendapat yang disampaikan secara terbuka). Hanya kedua orang tua gue yang mampu membuat gue bertahan dari omongan-omongan miring seperti itu. Mereka cuma bilang: “Gak apa-apa kamu di bilangin sama yang lain, yang penting kamu buktiin kalau udah lulus kuliah.”

_____

Kuliah bukan cuma untuk belajar.

Gue di kampus, -ketika menulis tulisan ini- termasuk mahasiswa yang mencoba (sedikit) lebih aktif dari yang lain. Untuk mengobati omongan orang lain gue mencoba ikut oprec organisasi sana-sini biar gue gak mikirin hal seperti itu. Gue banyak menemukan hal yang benar-benar beda ketika gue kuliah di UI. This is a real campus-life that I ever seen. Ada begitu banyak hal baru yang gue gak temui sebelumnya. Organisasi disini sangat aktif. Kepanitian disini berjalan professional. Acara-acara atau seminar disini yang sangat banyak. Bahkan tiap minggu gue ngeliat spanduk dan baliho di depan halte Stasiun UI, selalu bertukar tiap minggunya. Gue merasa di kampus gue yang lama, gue gak akan menemukan hal yang seperti ini. Obviously, hal-hal seperti ini justru yang akan membuka wawasan kita terhadap dunia kampus yang sebenarnya. Teman-teman yang gue temui disinipun sangat beragam. Mereka a.k.a anak UI –gue akui- rata-rata berprestasi ketika SMA dahulu. Ada yang pernah mengikuti exchange ke beberapa negara, lomba, olimpiade, baik tingkat daerah, maupun nasional. Baik yang menjadi finalis, maupun juara. Terlebih ketika gue masuk organisasi semisal BEM UI, MUN Club, dan EDS UI. Orang-orang di dalamnya sangat kompeten, professional, dan awesomeness. Berteman dengan mereka membuat pikiran, dan wawasan gue jadi berkembang dan bertambah. Kalau kuliah bukan cuma untuk belajar dikelas, dan pulang. Hal yang –jujur- gak gue temui di kampus gue yang lama. Maksud gue disini, memang di kampus gue sebelumnya ada banyak organisasi, tapi kebanyakan mati suri, dan tak banyak dari organisasi tersebut mengeksekusi suatu acara gak sebaik dan sekeren kampus gue yang sekarang. Gue akui, Environment sangat berpengaruh disini. Lingkungan yang sangat berbeda dengan yang gue temui sebelumnya.

Kenapa kita selalu membanding-bandingkan seorang individu?

Every single person have their ability and skill that you can’t see with your eyes right? Then, they (maybe) have something that you don’t have. – Me.

Gue cuma ingin berpesan untuk those who always judge people with their own eyes, they always see person with his/her own perspective. Gue tekankan sekali lagi, you is what your environment do. Ketika kita menganggap rendah seseorang itu hanya karena jurusan kuliah yang Ia pilih tidak terkenal, tidak bagus di matamu, atau semisal sastra Rusia yang gue pilih, harusnya kita tidak serta merta memandang mereka dengan sebelah mata. Bisa saja dia mempunyai sesuatu yang kalian tidak punya. Sebagai catatan, bahasa Rusia adalah bahasa resmi PBB (hanya 5 bahasa selain Inggris, China, Arab, dan Perancis). Sementara, negara Rusia sendiri adalah salah satu poros utama negara maju di dunia. Mungkin bahasanya tidak terkenal di Indonesia, namun di luar negeri apakah anda tahu? Jangan menjadi Katak dalam Tempurung.

Setiap orang itu menarik, terkadang dia kurang bisa dalam bidang ‘ini’, tapi di bidang yang lain dia malah advanced. Gue mungkin bukanlah anak Teknik yang orang bilang passing grade-nya sedikit lebih tinggi dibandingkan jurusan gue yang ada di FIB. Gue juga bukan anak Hukum atau Kedokteran yang tiap tahun menjadi jurusan favorit bagi anak SMA dengan jurusan IPS dan IPA-nya. Meskipun kalian anak Teknik ataupun Hukum, but we have a different environment right? That point, which make us different. Gue kuliah di UI, ada sesuatu yang orang kadang tidak bisa lihat dari sekedar your majors in college. FIB UI atau Sastra Rusia lebih dari sekedar itu. Mungkin di Universitas kalian, FIB nya memang kurang bagus, kurang terkenal, dan passing gradenya rendah. But tolong, there are so many great people (students and alumni) in FIB UI. Dan terakhir gue lihat, beberapa jurusan di FIB UI setara dengan jurusan Teknik di Universitas lain. Percuma kalau kalian kuliah di Teknik, Kedokteran, atau Ekonomi sekalipun tetapi your college environment, doesn’t have good environment.

Ada proverb Indonesia yang bilang begini: Lain padang, lain ilalang. Lain lubuk, lain ikannya. Well, kalian pasti tahu kan maksud pribahasa ini apa? Gue cuma pengen nekenin, environment itu berpengaruh banget di kehidupan. Doesn’t matter what subject that you take in your majors. Kalian mau anak Teknik, tapi kalau lingkungan kalian gak kompetitif? Sama aja boong menurut gue. Gue sekalian cuma pengen nekenin disini, kalo hidup gak cuma buat belajar aja. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dan meningkatkan skill kalian di luar kuliah. Setiap orang pasti udah tahu kalau in a real society and in a real lives after you graduated, you will faced that your skills are more important than what you (only) learn in college.

Gue –sebisa mungkin– berusaha untuk netral dalam tulisan ini. Gue hanya ingin kalian (yang hobinya selalu judge orang dan memandang remeh orang lain berdasarkan their majors) untuk tidak menjadi katak dalam tempurung. Ada banyak hal yang belum kalian ketahui di luar sana. Dunia terlalu luas untuk mereka yang belum keluar dari “tempurungnya.” Sebelum menutupi, gue pengen ngutip quote salah seorang anak UI: The more people underestimate us, the more we have to prove that they are wrong. Last but not least, gue ingin mengungkapkan sebuah quote perbandingan seseorang yang lulus di suatu Universitas, menarik untuk disimak: IPK 4,00 di univ A berbeda dengan IPK 4,00 di univ B, dan IPK 4,00 di Programs Studi C tentu berbeda dengan IPK 4,00 di program studi D, bukan?

25 responses to “Jangan menjadi Katak dalam Tempurung

    • Halo bro Amri. Salam kenal sebelumnya.
      Kebetulan blog saya being negected satu semester ini karena kesibukan kuliah, dan jarang update. hehe
      Semoga lulus ya, untuk apa yang ingin dikejar, diyakini, dan dicita-citakan. Sukses!

  1. Ini yang lagi aku alamin nih bang, aku dapet sastra rusia unpad. Tp malah di pojokkin sama abang aku. Katanya ngapain sastra? Lu mau jadi apaan nanti? Jadi bingung:-(

    • Halo Zara, salam kenal ya sebelumnya.
      Wah lulus di Rusia Unpad? Bererti kita sodaraan ya? Hehe.

      Kamu percaya aja dengan apa yang telah kamu ambil dan yakini, toh sekarang pekerjaan banyak ngambil dari berbagai jurusan kok jadi jangan cemas. Masih banyak juga ‘kan anak dengan gelar sarjana ekonomi pun tapi nganggur? Jurusan kita ini ibarat kata dosen saya: “Mutiara yang terpendam.” :)

  2. Wah jadi tambah semangat masuk sastra rusia nya. Kak mau tanya waktu pilih sastra rusia dulu sblmnya apa udah prnh belajar bhasa rusia? Soalnya aku jg mau pilih FIB UI jurusan sastra rusia tp belum bisa ngomong bhsa rusia :(

    • Halo dea, salam kenal ya :)
      Wah kalau pilihan kenapa jurusan itu, karna beda aja kali ya Sastra yang gak mainstream, tapi peluang nya gede hehe..
      Kalau basic pas SMA belum pernah belajar sama sekali.
      Gak masalah kok, ntar kamu mulai belajarnya juga dari awal, huruf2nya dulu.
      Trims ya :)

  3. tahun depan aku lulus SMA nih ka, dari awal udh kepengen banget masuk sastra jerman/rusia UI. Sempet ragu2 pengen milih jurusan itu tapi aku hobi bgt belajar bahasa asing dan suka segala berbau jerman/rusia. Abis baca tulisan kakak, jadi ga ragu lagi mau pilih jurusan sastra :D makasih banget ka, ini langsung motivasi aku banget loh

    • Halo Risma, salam kenal sebelumnya. :)
      Untuk jurusan sastra sebenarnya orang-orang hanya tidak tau saja dengan prospeknya.
      Terkesan di Indonesia jurusan-jurusan sastra sering dianggap sebelah mata.
      Asalkan kamu percaya dgn kmampuan kamu, (terutama udah ada passion)dan yakin pasti bisa, Tuhan pasti bakal memudahkan jalan kamu disana.
      Semoga kamu lulus ya SMA-nya, dan ditunggu di UI tahun depan :)
      Удачи вам!

      • iya kak, saking niatnya pengen masuk sastra rusia aku sampe sekarang udah hafal huruf-huruf kiril bahasa rusia hehe. Kalo jerman sih di sma udah dapet pelajarannya, sedangkan rusia belom. Di jurusan sastra rusia bener-bener dari dasar banget kan ya kak diajarin bahasanya?
        спасибо!

  4. Asskum… Ade w juga maba ui rusia taun in.. W sih tmasuk yg pcaya smua jurusan pnya prospek yg sma. Lgian msa dpn cerh tgantung orgx. Trus w liat lingkungan UI emng beda lah dari univ laen… Makax bangga ade w bsa masuk sna. Dan walau sma… Bindeng sma yg suka ngait ngaitin komunis dan atheis…
    Nitip ade w yak… Hehe… Good luck lah.

  5. Halo bang gua ngambil udangan tahun ini pilihan pertama sastra rusia.menurut gua itu bagus.makasih lu udh ngasih tau apapun yg pernah lu pelajarin dan pengalamannya.

  6. kak dulu kakak sebelum masuk ui udah ada basicnya bisa bhs rusia? atau kakak masih awam sekali sama bhs rusia? takutnya nanti kalo masuk susah adaptasinya krn saya masih blm pernah belajar bhs rusia.

    • Ga ada basic nih dek, masih awam Banget! But the only thing that you have to do is having a spirit! Semangat aja kalau sudah yakin, insyaallah lancar. :) Banyak kok teman2 saya dan saya sendiri yang belum ada basic sama sekali, dan baru belajar dari awal banget bange huruf cyrilyc :) Sukses !

  7. Hello kak :-D salam kenal. nice post!
    Tahun depan, 2015, aku lulus SMA. Dan baru sekarang kepikiran untuk masuk sastra rusia UI. Tapi belum punya basic sama sekali. :(
    Apalagi sekolahku paling pelit buat kasih ‘dukungan’ buat siswa/i nya yang mau masuk jurusan sastra. Orangtua juga kurang setuju karena mindset-nya masih “sastra cuma ttg bahasa dan bla bla bla” gitu. Jadi ngedown :( tapi abis baca post ini jd yakin sama pilihan sendiri, terutama masuk FIB UI :D thx for the motivation, kak. Semoga tahun dpn bisa nyusul ke FIB UI :D

    • Halo dek salam kenal kembali!
      Jujur waktu itu juga kk gak ada basic bhs rusia tapi kalau dipelajari sungguh2 bisa kok! Banyak juga temen-temen disini yang memang belum ada basic bahasa Rusia juga.

      Memang Sastra masih belum bisa diterima oleh sebagian orang karena prospek lulusannya, tapi banyak kok kesempatan kerja, yang sekarang gak harus paralel dgn jurusan bukan? :)

      Amin, smoga lulus yya! Good luck!

      • Hi fajri zdravstuite (maklum belom instal cyrillic),

        Selamat ya sdh memulai perkuliahan di ui n di sastra rusia pula. Aku juga lulusan sastra rusia ui thn 2006. Masuk sastra rusia thn 2002. Jujur aku seneng banget baca post ini krn akhirnya ada juga ya orang yg suka n mendapatakan passion pada sastra rusia. Aku juga dulu dapet pertanyaan yg sama “mau kerja apa.” Yah tapi tetap PD karena emang sudah cinta sastra.
        Semoga perkuliahan n dunia perkampusannya lancar ya. Semangat utk belajar russkiy yazik..salam buat pak BGL bu SEW sari gumilang n tentunya pak ahmad sujai yang sedang di rusia ya. N tentunya semua dosen rusia lainnya ya (NJH n ibu Nia)

        Poka

        • здравствуйте госпожа!
          Wah dapet kenalan dari Senior :)
          Alhamdulillah sejauh ini lancar, doakan tahun depan bisa lulus ya kak :D
          Untuk salamnya nanti insyaallah disampaikan semster depan pas masuk kuliah lagi dengan dosen2 ya kak :) Alhamdulillah mereka semua baik, kecuali pak Ahmad Sujai yang belum mengajar kita di angkatan 2011 :( But everything’s going well :)

          ПОКА !

  8. salam kenal kak. wah kakak mengispirasi aku. kebetulan aku juga bernasib sama kyak kakak yg mana aku lulus 2012, dan ini sedang tahap ikut sbmptn 2014 lagi. keterima di arsitektur dan pend.biologi (beda univ) karena ortu pgen aku jd guru dan aku pgen jd arsitek, aku dilema dan ambil keputusan mundur, gk kuliah waktu itu. ikut sbmptn 2013, gak lolos. ini sbmptn 2014 mo ambil sastra rusia unpad, dg alasan yg gk beda jauh sama kaka (sebagai batas aman gue di SNMPTN. Then, kenapa akhirnya jatuh ke Sastra Rusia, karena mungkin jurusan ini terbilang langka dan jarang, jadi persaingan kerjanya gak banyak.). doakan kak, kalo kakak dihina oleh orang luar tapi punya ortu yg yakin sama kakak, ini aku bner2 sendirian kak. orang luar bhkan ortu juga understimate aku. dan dari tulisan kaka ini, nambah keyakinanku lagi. so thanks kaka. btw, aku keturunan padang juga, walo lahir di jawa salam kenal :D

    • Hai dek, sblmnya mau minta maaf baru ngerespon komen2 yang banyak masuk tapi telat dibales hehe
      Untuk skg mungkin udah banyak yang menerima, intinya kamu harus bisa buktiin ke orang-orang kalau kamu bisa sukses dengan jalan (Jurusan) yang kamu ambil tsbt. Kalau kamu bisa sukses disana, itu akan merubah mindset mereka. Salam kenal juga :) n Gluck!

  9. Privet kak
    sastra rusia bisa u
    lewat undangan ?. Kalo selain undangan asspek apa yg bisa ngebuat kita masuk ?

    • Hai dek, maaf baru ngebales.
      Sastra Rusia bisa undangan kok :)
      Karena kk dari SNMPTN Tulis (skg SBMPTN) kurang tau aspek apa yang diperlukan, tapi setahu saya untuk undangan kalau bisa nilai kamu konsisten atau naik dari kelas 1 sampai kelas 3. Semangat untuk mencoba ya! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s